Archive for the ‘GNU/Linux’ Category

Upgrade Blankon 2 Konde ke Blankon 3 Lontara

Jangan ketawa, emang ketinggalan banget yah saya baru upgrade Blankonlinux saya dari Konde ke lontara. Selain emang ga ada waktu, terus jaringan murah dan cepat juga agak susah di samarinda. makanya kemarin ketemu internet cepat, dan cukup murah makanya bisa upgrade.

cara upgrade yang saya lakukan sesuai dengan contoh yang terdapat di sini.

Jadi pada prinsipnya saya buka file /etc/apt/sources.list dengan perintah

sudo gedit /etc/apt/sources.list

terus semua kata konde saya ganti lontara, terus semua kata gutsy saya ganti hardy

setelah itu update repo dengan perintah

sudo apt-get update

lalu saya suruh komputer saya mengupgrade distro dengan perintah

sudo apt-get dist-upgrade

saya turuti semua perintah di situ, ada beberapa pesan kesalahan, ternyata pesan yang timbul karena sebenarnya lontara hanya punya main dan universe, ga ada restricted atau multiverse. abaikan saja pesan kesalahan yang ada.

biarkan komputer bekerja, mendownload sekitar 900mb file. setelah itu timbul pesan kesalahan lagi, tampaknya gnome saya bermasalah. saya restart komputer, ternyata ada file yang bermasalah hingga tidak masuk ke tampilanĀ  lontara. saya ulangi perintah upgrade tadi, ternyata ada proses yang belum selesai. setelah selesai., saya restart lagi, dan masuk ke tampilan yang kacau dan crash sana sini. selanjutnya saya coba untuk melakukan instalasi desktop blankon minimalis, karena menurut perkiraan saya sapa tau ada paket-paket gnome yang masuknya di desktop blankon minimalis ini. ternyata benar, setelah saya install dengan perintah sudo apt-get blankon-desktop-minimalis.

baru setelah itu tampilan saya beres. cek semuanya, ternyata semua sudah ter-upgrade. iceape saya sudah berubah jadi seamonkey hehehe. firefox jadi versi 3b, openoffice 2.4 dan lain-lain.

saya coba jalankan, stabil tanpa crash. baguuuuussss….

jadi, ga perlu takut upgrade deh… aman kok. syaratnya ya anda sudah install semua upgrade dari blankon konde, baru dinaikkan jadi lontara.

selamat mencoba

Monday, July 21st, 2008

Setting Telkomsel Flash di xubuntu 8.04 Hardy dengan modem Huawei E220

Beberapa hari ini saya cukup disibukkan dengan kegiatan memasang modem huawei E220 saya pada laptop yang dipasangi linux blankon 2.0. huh, tidak saya ceritakan di sini kaena prosesnya cukup ‘menyakitkan’. Tapi yang penting sekarang uda bisa
Setelah melalui proses itu, saya memutuskan memutuskan mencoba memasang modem tersebut di laptop dell c400 saya dari jaman baheula yang sudah saya install xubuntu 8.04 hardy heron. Untung-untungan deh.
Ternyata, masangnya gampaaaaaaaaang banget. Tinggal saya tancep di usb, trus untuk jaga-jaga saya set modem di application-system-network. Saya bikin aja modem di /dev/ttyUSB0. Sampe sekarang saya ga yakin apakan step ini perlu. Jadi buat teman2 yang mau mencoba, saran saya langsung saja kerjakan step selanjutnya di bawah ini.
Setelah itu saya buka terminal (application-accesories-terminal) lalu ketik
sudo wvdialconf
ini akan menuliskan file /etc/wvdial.conf . Setelah itu kita edit file tersebut dengan perintah
sudo abiword /etc/wvdial.conf
maka akan terbuka filenya. Silakan cari di file tersebut bagian untuk memasukkan dial number, username dan password. Jangan lupa menghilangkan tanda “;” di depan ketiga tempat tersebut untuk menunjukkan bahwa perintah tersebut digunakan.
Nah, untuk dial numbernya, saya menggunakan nomor *99# . Utuk username saya isi xlgprs, password proxl . Loh, itu kan untuk menggunakan xl? Katanya mau pake telkosel flash? Hehehe, karena telkomsel flash tidak pake username dan password, tapi kalo dikosongin ya ga konek. Saya masukin aja punyanya xl, jadi kalo sewaktu-waktu mau pake kartu xl saya langsung tancep aja.
Nah , setelah selesai mengedit file wvdial.conf, save file tersebut dan tutup abiword. Selanjutnya dari terminal ketik
sudo wvdial
maka anda akan dikoneksikan ke telkomsel flash. Bagaimana tau kalau sudah terkoneksi? Di situ akan tampak tulisan primary DNS address bla bla bla, secondary DNS address bla bla bla , maka anda sudah terkoneksi. Silakan buka firefox anda untuk b rowsing, anda pertama kali akan dibawa ke halamannya telkomsel flash.
jika selesai browing, di terminal tekan ctrl-c untuk memutus koneksi.
Sama sekali ga susah kan? Selamat mencoba.
___
Sent with SnapperMail
through Treo650
with Telkom Flexi network
.

Friday, July 18th, 2008

OOoBase, ngga kuaaaatttt

Seperti yang dapat dibaca dari beberapa tulisan saya, saya adalah pengguna
linux. Namun beberapa hari ini saya merasakan pengalaman yang tidak
menyenangkan saat mengggunakan OpenOffice.org Base (OOoBase), sebuah
software database seperti MS Access di windows.
Penggunaan OOoBase sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan produk
microsoft saingannya. Mesin HSQL yang dipergunakan pun secara teoritis
lebih superior daripada native engine yang terdapat di MS Access. Tanpa
perlu terlalu banyak beradaptasi saya dapat melakukan pekerjaan yang saya
butuhkan di OOoBase.
Sampai di sini baru timbul masalah. Ternyata OOoBase itu lambaaaaaaaat
sekali. Bahkan untuk orang yang sabar seperti saya (hehehe) kelambatan
OOoBase sangat mengganggu. Saya menggunakan OOoBase di laptop saya yang
dipasangi Blankonlinux 2.0 dengan OpenOffice.org 2.3 (bentar lg bakal
upgrade ke blankon 3.0 hehehe). Laptop a-note, processor Intel dual core
1,8, ram 1Gb, HD 80Gb.
Lambat gimana sih? Contoh, untuk menambahkan satu tabel di tampilan
relationship bisa 1 menit sendiri. Menambahkan relationship one-to-many,
tiap relationship bisa 20 detik-an. Apalagi kalo mau mengedit tabel atau
relationship. Lambatnya sampai bisa saya pake bikin kopi dulu.
Terus terang saya bukan orang yang cari makan dari komputer… Tapi saya
bisa bayangkan kalo seseorang bekerja membuat database dengan OOoBase, bisa
bunuh diri saking lambatnya. Terasa sekali jika sdh cukup lama bekerja
membuat database, respon dari OOoBase menjadi makin lambat. Mengganti
properti satu bagian form bisa memakan waktu beberapa meni. Sama sekali
tidak salah lihat kok, emang beberapa menit untuk mengganti properti di
form.
Proyek saya di OOoBase adalah proyek rekam medis pribadi, rencana juga
dirilis buat semua yang membutuhkan dengan license GPL. Tapi kalo selambat
itu, ya jadinya saya pikir2 lagi. Software dibuat untuk membantu kok, bukan
merepotkan.

___
Sent with SnapperMail
through Treo650
with Telkom Flexi network
.

Tuesday, July 1st, 2008

Iceape, internet suite keluaran debian

iceape

Pasti melihat judul di atas, akan banyak yag bertanya, apaan lagi nih? Internet suite baru?

yup… Iceape adalah suatu internet suite yang dirilis oleh debian. Jika teman-teman agak kesulitan membayangkan internet suite itu apa, bayangkan saja Netscape Communicator jaman dulu itu, yang berisi web browser, email software, html editor. Nah, Iceape ini persis seperti itu. Bahkan, sebenarnya Iceape adalah ‘keturunan’ Netscape Communicator. Bagaimana bisa keturunan? Begini, Netscape Communicator, di akhir hidupnya (hehehe) merilis kode programnya yang diadopsi oleh Mozilla dalam Mozilla Internet Suite-nya. Mozilla kemudian membagi softwarenya menjadi Mozilla Firefox (browser) dan Mozilla Thunderbird (email client). Sedangkan Mozilla Internet suite sendiri dihentikan pengembangannyaoleh mozilla, dan diteruskan oleh proyek komunitas, dan diberi nama Seamonkey.

Kemudian timbul masalah. Debian adalah distribusi linux yang cukup peka mengenai lisensi. Memang mozilla merilis software-softwarenya dengan lisensi GPL (CMIIW). Namun tampaknya artworknya memakai lisensi propietary, sehingga Debian merasa perlu “meluruskannya”. Akhirnya Debian merilis sendiri browsernya yang dibuat dari source code mozilla, dan membuang bagian-bagian propietary di sana. Akhirnya terbentuklah software-software yang dirilis debian :

  • Icecat menggantikan Firefox
  • Icedove menggantikan Thunderbird
  • Iceape menggantikan Seamonkey / Mozilla Internet suite

Saya sendiri secara tidak sengaja menemukan iceape, ketika berusaha mencari seamonkey dengan menggunakan synaptic yang terpasang di blankon linux saya. Seperti kita ketahui, blankon dibuat berdasarkan ubuntu linux, dan ubuntu dibuat berdasarkan debian. makanya waktu mencari seamonkey ketemunya iceape.

Sejauh yang saya rasakan, menggunakan iceape tidak berbeda rasanya jika dibandingkan dengan penggunaan seamonkey ato firefox. sama aja, dan sama beratnya sama seamonkey hehehe. lagipula, email clientnya belum support enigmail kayaknya sehingga masih belum bisa dipasangi gpg. tapi pada prinsipnya sama, cuma beda nama aja. ada asiknya sih, jadinya kan kita memakai browser yang beda dengan biasanya.

tampilannya kira-kira seperti ini :

screenshoticeape

(silakan klik gambar untuk membesarkan)

mirip banget sama mozilla internet suite kan? ato lebih tepatnya, netscape banget gitu loh:)

yaaah, lumayan lah buat tampil beda hehehehe

iceape

Monday, March 31st, 2008

Mobile Internet dengan Linux Blankon 2.0 dan nokia 2280 + starone

Baru-baru ini saya berkesempatan menginstall Linux Blankon 2.0 yang saya pasang di laptop a-note centurion C-3262. Semua berlangsung mulus termasuk wifi-nya. Yang sampai sekarang masih kesulitan adalah fasilitas ACPI yang belum bisa dikenali, sehingga indikator baterai masih belum bisa saya pergunakan.

Setelah itu, saya berusaha mencari tahu bagaimana melakukan mobile internet dengan laptop ini. ada beberapa alternatif yang saya pertimbangkan, misalnya dengan memakai modem HSDPA. Namun karena saya berencana menggunakan laptop ini di tempat yang belum ada SDPA-nya, maka niat itu saya urungkan. Akhirnya saya memutuskan menggunakan jaringan CDMA yang memang sudah terdapat di tempat tujuan saya itu.

Pencarian imulai. Setelah beberapa saat googling, saya menemukan satu tutorial yang sangat menarik di blok mas triyan. Tutorial di sana sangat jelas, mengajarkan cara koek internet dengan menggunakan HP nokia 2280 . Namun setelah menjalankan semua tutorial itu, ternyata nokia 2280 kuno saya itu masih belum bisa konek ke internet. Di mana salahnya? Berikut saya ceritakan langkah yang saya ambil.

Pertama, saya berhasil menemukan hp nokia 2280 saya keluaran beberapa tahun yang lalu, dan ternyata masih bisa dipakai. Jadi saya memutuskan mengurungkan niat saya membeli modem CDMA venus v-10 atau v-12 yang sebearnya sudah saya incar beberapa lama. Kenapa ga jadi? karena mau ngirit lah hehehehe Setelah saya pastikan hp saya dapat digunakan, baru saya pergi ke Surabaya Hitech Mall, cari kabel data CA-42 yang menurut mas Triyan dapat digunakan. Kabel itu saya dapat seharga Rp. 40.000 . Setelah sampai di rumah, langsung saya coba di laptop anote berisi linux blankon 2.0.

Kabel ditancapkan, kartu perdana starone juga sudah diaktifkan. di terminal (aplikasi –> aksesoris –> terminal) saya ketikkan

“sudo wvdialconf”

Setelah selesai dalam beberapa detik, maka saya mengedit file /etc/wvdial.conf dengan mengetikkan

“sudo gedit /etc/wvdial.conf”

dan kemudian saya edit isi file tersebut dengan isi seperti berikut :

[Dialer Defaults]

Init1 = AT+crm=1
Init2 = AT+cso=33
Modem Type = USB Modem
Baud = 230400
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Phone = #777
Password = indosat
Username = starone

Setelah selesai, simpan file tersebut. Kemudian dari terminal ketikkan

“sudo wvdial”

maka komputer akan melakukan dialing ke povider anda, dalam hal ini starone.

Namun yang terjadi adalah komputer dialing, namun tak ada respon dari modem. bingung saya. Gogling lanjutan saya menemukan, ada perintah yang lupa saya masukkan ke dalam wvdial.conf yaitu :

stupid mode = yes

Setelah disimpan, saya coba lagi wvdial, dan voila!!!! komputer saya terkoneksi ke internet,ditandai dengan munculnyaIP address di terminal , di bagian akhir simbol-simbol aneh yang muncul saat dialing.

Jadilah wvdial.conf saya berisi :

[Dialer Defaults]

Init1 = AT+crm=1
Init2 = AT+cso=33
Stupid Mode = yes
Modem Type = USB Modem
Baud = 230400
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Phone = #777
Password = indosat
Username = starone

Biarkan jendela terminal tetap terbuka. Jika mau memutuskan hubungan, tekan ctrl-C.

Asiiiikk, jadi sekarang bisa mobile internet tarif lumayan murah Rp. 4500 sejam (dengan time based, setelah mengirim SMS REG TIME ke 799).

Sampai saat ini saya ngga ngerti maksud “Stupid Mode” itu apa. Kalau ada teman-teman yang bisa menerangkan , terima kasih banget.

OK, semoga tutorial singkat iniĀ  berguna.

Sunday, March 23rd, 2008