Lalulintas di Samarinda
Beberapa bulan sudah saya lewati di Samarinda. Kembali ke tanah kelahiran
ternyata sangat menyenangkan. Seperti yang saya ingat, Samarinda menawarkan
suasana kerja yang menyenangkan.
Namun satu hal yang sangat mengganggu saat ini. Lalulintas nya. Secara umum
yang menonjol adalah mentalitas mengemudi yang menurut saya agak “aneh”.
Meski memang belum se-”mengerikan” Medan.
Yang paling sering bikin deg-degan adalah seringnya saya didahuului dari
sebelah dalam. Jadi misalnya saya mau belok kiri, ternyata persis saat
saya membelok, ada kendaraan lain yang mendahului saya, DARI SEBELAH KIRI.
Bisa bayangin betapa kagetnya? Dan hai itu tidak terjadi satu dua kali.
Menyeramkan sekali.
Kemudian di beberapa kesempatan, terutama di akhir minggu, saya melihat
gerombolan aanak-anak kecil (paling mereka anak SD ato paling tua SMP) yang
bersepeda. Di perempatan, saat jalur mereka lampu merah, mereka malah
menerobos bergerombol sambil berteriak2, seakan-akan karena mereka masih
kecil dan bergerombol mereka menjadi “untouchable”. Budaya apakah ini?
Adakah yang bisa kita lakukan?
___
Sent with SnapperMail
through Treo650
with Telkom Flexi network
.

July 30th, 2008 at 2:41 pm
booyyyyy… ternyata punya blog juga toh, keep writing bro
kalo soal yg naek sepeda, mungkin budaya bekas warisan aku dulu boy, dulu aku gitu soalnya pas sd/smp, naek sepeda boncengan sama yoyon sambil tereak2 n nerobos lampu merah, bedanya kita cuma berdua (1 sepeda), hihhihii…. dasar bocah2 edan..