Oleh-oleh dari Jakarta : Busway
Selama 1 bulan ini, (mulai tanggal 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Januari 2008) saya berada di jakarta menjalani salah satu syarat dalam pendidikan saya. Perjalanan, akomodasi , semua tidak ada masalah. Tinggal masalah kendaraan nih… Masak ke mana-mana jalan kaki? ato naik taksi? wah, bangkrut kalo ke mana-mana naik taksi. Naik kendaraan umum lain seperti bus , wah, selalu terlihat penuh dan…. “menyeramkan” hehehehe. Ternyata jakarta punya satu pemecahan untuk masalah in. Pemecaan itu disebut : Bus Transjakarta, atau lebih sering disebut “Busway”. Sebenarnya yang lebih sering dipakai adalah nama “Busway” ini. Tapi terima kasih pada saudara saya Erwin, yang menerangkan salah kaprah ini. Busway sih sebetulnya jalannya, sedangkan bus dan sistem transportasinya disebut Transjakarta.
Rekan-rekan yang tinggal di jakarta pasti sudah tidak asing lagi dengan barang ini. Tapi untuk rekan yang tidak berdomisili di jakarta, mungkin ada baiknya saya sedikit bercerita tentang bus transjakarta ini.
Bus transjakarta ini sangat “murah” untuk ukuran bepergian di jakarta. Dengan membayar Rp. 3500 , kita bisa pergi ke tempat-tempat yang relatif jauh di kota jakarta. Sistemnya terbagi menjadi beberapa koridor yang menunjukkan “trayek” nya. Petanya bisa anda lihat di bawah ini.
![]()
Jalur-jalur itu ditandai dengan warna yang berbeda-beda. Setiap stasiun pemberhentian ditandai dengan lingkaran kecil putih bernama. Di perpotongannya biasanya terdapat tanda diagonal, menunjukan kalau di sana adalah terminal transit. Di terminal transit itu kita bisa berpindah jalur, dan untuk mencapai tujuan kadang kita harus beberapa kali pindah jalur.
Mungkin pada awalnya agak membingungkan dan “menakutkan ” hehehe… tapi selanjutnya saya menemukan bahwa para petugas di setiap halte busway ternyata sangat ramah dan bersahabat. Di dalam bus pun terdapat petugas yang akan dengan ramah menerangkan tujuan yang ingin kita capai. Ini bukan ngecap, karena sebagai orang yang sama sekali ga ngerti jakarta, saya banyaaaaaaak banget bertanya ke petugas busway. dan sejauh ini saya selalu mendapat jawaban yang memuaskan.
Bus yang digunakan sebagai kendaraan transjakarta ini pun menurut saya cukup nyaman, ber-AC, dan jumlanya dibatasi 85 orang dalam 1 bus. jadi bahkan di saat yang paling penuh pun masih relatif tidak terlalu “menyengsarakan” hehehehe.
Jadi, secara umum busway sangat mepermudah saya selama di jakarta. Sayangnya tempat tempat tertentu yang ingin saya kunjungi masih belum dilewati rute bus transjakarta. karena itu pengeeeen bgt jalur busway di jakarta ditambah.

January 27th, 2008 at 10:26 pm
Pada saat dibangun, busway banyak sekali mendapat cercaan dari berbagai pihak. Yang bikin macet lah, dll, dll. Tetapi melihat sisi negatif dan mengharapkan sesuatu yang instan memang hal yang sering terjadi dalam masyarakat kita. Setelah jadi, buktinya busway banyak bermanfaat.
Nah, saya melihat bentuk-bentuk apresiasi seperti yang ditulis di blog ini dibutuhkan untuk memberi semangat buat para ‘pembangun’. Selama kita yakin hasil yang kita capai baik, tutup telinga sajalah dengan apa komentar orang!
February 10th, 2008 at 9:26 am
@ pratidina: setuju sekali! pada dasarnya sangat manusiawi untuk mencari2 sisi negatif orang lain. tapi kita ngga boleh lupa bahwa kritik ngga bisa asal “ngenyek” alias menghina. kritik yang membangun akan SANGAT berguna to make things better. di sisi lain, jika kita recognize some positive results (although still imperfect) ngga usah sungkan2 juga untuk mengkomunikasikan apresiasi kita. it costs us nothing to give a simple sincere compliment, but it means A LOT bagi yang berkreasi. mereka malah bisa lebih bersemangat. yuk membangun a more positive persona pada budaya kita!
February 10th, 2008 at 9:29 am
@ boyke: thanks for an informative and great post!